Keunikan Telaga Warna

Telaga Warna berada 2000 meter diatas permukaan laut di Kabupaten Wonosobo. Telaga Warna merupakan objek wisata favorit yang harus kalian kunjungi jika berkunjung ke Dieng, Wonosobo. Air di telaga ini berubah ubah. Biasa air di telaga ini berwarna kuning, kadang hijau atau berwarna pelangi. Fenomena unik ini dipengaruhi oleh kandungan sulfur yang ada di telaga sangat tinggi sehingga jika terpantulkan sinar matahari air telaga terlihat berwarna. Di deket telaga warna juga terdapat bukit yang mengelilingi telaga. Sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan alam. Air telaga warna juga bermanfaat bagi warga sekitar karena air di telaga digunakan sebagai sumber irigasi yang berfungsi untuk mengairi tanaman kentang yang ditaman oleh sebagian besar masyarakat Dieng. Tak heran kentang menjadi komoditas terbesar di daerah Wonosobo.

Mitos Telaga Warna

Asal usul mitos telaga warna itu berasal dari seorang ratu sebagai penguasa di samudra yang luas. Ratu tersebut memiliki seorang putri yang sangat cantik dan tumbuh dewasa. Kecantikan nya sangat terkenal sehingga mendatangkan 2 orang kesatria yang gagah berani bermaksud untuk meminangnya. Sehingga ratu bingung untuk memilih mana kesatria mana yang benar pantas menjadi menantunya. Kemudian ratu membuat sayembara untuk kedua kesatria tersebut. Sayembara yang diadakan oleh ratu ialah pembuatan telaga, barangsiapa yang dapat membuat telaga paling cepat itu lah yang bisa meminang putri dari ratu penguasa samudra yang luas dan menjadi menantunya. Kemudian sang ratu menentukan hari dilaksanakan nya sayembara tersebut.

Pada saat sayembara berlangsung, ternyata kesatria pertama lebih cepat membuat telaga daripada kesatria kedua, telaga yang dibuat oleh kesatria pertama bernama Telaga Menjer. Dan untuk telaga yang berhasil dibuat oleh kesatria kedua bernama Telaga Pengilon. Akhirnya, kesatria pertamalah yang berhasil meminang sang putri dan menjadi menantu ratu.

Setelah beberapa hari kesatria pertama menikahi dengan sang putri. Sang Ratu dan putrinya berwisata ke Dieng. Mereka mengelilingi keindahan alam yang ada di Dieng dengan suka cita. Tibalah mereka disuatu kawasan yang sekarang menjadi cagar alam serta menikmati keindahan alam sekeliling ,pandangan sang ratu tertuju ke sebuah telaga yang bernama Telaga Pengilon. Sang Ratu sangat terkesan dengan keindahan panorama dari Telaga Pengilon, karena air di Telaga Pengilon terlihat berkilau dan sangat indah. Dan, seperti di cerita Telaga Pengilon itu dibuat oleh kesatria kedua yang kalah dalam sayembara.

Kemudian sang ratu menyuruh pengawal untuk memanggil menantunya. Setelah menantu menemui sang ratu , kemudian kesatria kedua yang telah menjadi suami dari putrinya dikutuk menjadi seekor naga untuk menjaga samudra oleh sang ratu. Posisi kesatria pertama yang menjadi suami sang putri pun tergantikan oleh kesatria kedua yang membuat telaga pengilon tersebut.

Karena sangat terkesan oleh keindahan Telaga Pengilon dibandingkan keindahan Telaga Menjer, sang ratu dan anaknya pun mandi di Telaga Pengilon. Karena air di Telaga Pengilon tenang, jernih dan berkilau kilau penuh dengan kedamaian. Ditengah mereka mandi, datanglah angin kencang yang membuat pakaian sang ratu dan anaknya yg berada dipohon terbang. Pakaian sang putri yang berwarna warni jatuh di salah satu telaga yang lain. Sesaat itu air telaga tersebut berubah warna akibat jatuhnya pakaian dari sang putri yang luntuh di telaga tersebut. Telaga tersebut kemudian diberi nama Telaga Warna.